Sabtu, 04 April 2015

ANTARA BISIKAN WANITA DAN BISIKAN SETAN

Antara hati kita dengan godaan setan itu, serupa rumah dengan banjir. Rasa aman yang kita rasakan di dalam rumah, senyaman apa pun itu, tetap saja tak luput dari terpaan air. Air tetap akan merangsek mencari celah sekecil apapun guna masuk ke dalam rumah dan menenggelamkan diri kita. Ia datang dari depan, belakang, kanan, maupun sisi kiri kita, kecuali dari arah atas.
Al-Qur'an mengabadikan perkataan iblis setelah diusir oleh Alloh swt dari sorga, iblis berkata:
فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ
“Karena Engkau telah menghukum tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus.
Kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka.
Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (QS. Al-A’rof: 16-17).
Mungkin ada di antara kita yang kuat ibadahnya, tapi saat diuji dengan godaan harta, ia lemah.
Ada pula yang kuat terhadap goda harta, tapi rapuh dengan tahta.
Ada pula yang tidak tergiur dengan harta dan tahta, tapi rupanya takluk kepada wanita.
Dan di antara godaan "har_ta_wan" (harta, tahta, wanita) itu, godaan wanitalah yang paling dahsyat dalam melunturkan ‘pertapaan’ seorang lakilaki.
Dari Usamah bin Zaid ra, Rosululloh saw bersabda:
“Aku tidak meninggalkan sesuatu fitnah setelahku yang lebih besar bahayanya bagi kaum lelaki daripada perempuan.” (HR. Bukhori dan Muslim).
Coba kita bandingkan, mana yang lebih dahsyat antara bisikan setan atau bisikan wanita.
Bisikan setan, sekeras apapun, tetap saja ia tak nampak. Alloh swt berfirman:
إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا
“Sesungguhnya (bisikan) tipu daya setan itu lemah.” (QS. An-Nisa: 76).
Tipu daya yang dimaksudkan di sini adalah menempuh cara-cara yang samar dalam membahayakan musuh. Maka setan, meskipun tipu dayanya telah sedemikian rupa akan tetapi ia sangat lemah.
Tapi bisikan wanita, ia tidak hanya mengganggu dimensi audio indrawi lelaki, tetapi juga tervisualisasi dengan baik melalui pancaran cahaya yang masuk melalui retina mata. Alloh swt berfirman:
إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيمٌ
“Sesungguhnya (bisikan) tipu daya kalian wahai para wanita begitu besar.” (QS. Yusuf: 28)
Maka hasilnya adalah penjelasan bahwa tipu daya (bisikan) wanita lebih dahsyat dibanding tipu daya (bisikan) setan.
Dari Jabir ra, Rosululloh saw telah mengingatkan:
إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ وَتُدْبِرُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ فَإِذَا أَبْصَرَ أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِى نَفْسِهِ
“Sesungguhnya wanita (yang mengikuti bisikan setan) itu datang dalam rupa setan dan pergi dalam rupa setan, maka apabila seorang dari kalian melihat wanita, hendaklah ia mendatangi istrinya, karena dengan begitu akan menentramkan gejolak syahwat di jiwanya.” (HR. Muslim).
Ulama berkata, ma'na hadits ini adalah peringatan dari hawa nafsu dan bahaya ajakan kepada fitnah wanita, karena Alloh swt telah menjadikan dalam hati kaum lelaki adanya kecenderungan terhadap para wanita dan merasa ni'mat ketika memandang mereka dan apa yang berkaitan dengan mereka, maka wanita menyerupai setan dari sisi ajakannya kepada kejelekan dengan bisikannya dan tipuannya.
Dan dapat diambil kesimpulan hukum dari hadits ini bahwa tidak boleh bagi wanita untuk keluar di antara kaum lelaki kecuali karena satu alasan darurat (sangat mendesak), dan hendaklah kaum lelaki menundukkan pandangan dari melihat kepada pakaiannya dan berpaling darinya secara mutlak.
Maka sungguh dahsyat bisikan wanita, walaupun setan sudah mengerahkan segenap “potensi” yang ada pada dirinya untuk menyesatkan anak Adam, namun ternyata tipu dayanya tidak bisa sejajar, apalagi melebihi godaan wanita.
Artinya, wanita adalah alat yang banyak dimanfaatkan oleh setan untuk menjadi kaki tangannya, entah para wanita sadar atau tidak.
Dari Abdulloh bin Mas’ud ra, Rosululloh saw bersabda:
الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ، وَإِنَّهَا إِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ، وَإِنَّهَا أَقْرَبُ مَا يَكُونُ إِلَى اللَّهِ وَهِيَ فِي قَعْرِ بَيْتِهَا
“Wanita adalah aurot, dan apabila ia keluar dari rumahnya maka setan akan menghiasinya, dan sesungguhnya seorang wanita lebih dekat kepada Alloh ketika ia berada di dalam rumahnya.” (HR. Tirmidzi dan Thobroni).
Al-Mubarokfuri rh berkata:
أَيْ زَيَّنَهَا فِي نَظَرِ الرِّجَالِ وَقِيلَ أَيْ نَظَرَ إِلَيْهَا لِيُغْوِيَهَا وَيُغْوِيَ بِهَا
“Maksudnya adalah setan menghiasi wanita di mata laki-laki, dan setan melihat wanita tersebut untuk menyesatkan dirinya dan menyesatkan laki-laki dengan hiasan dirinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar