Selasa, 19 Juli 2016

TITIK GHAIB DALAM TUBUH MANUSIA

Assalamu'alaikum wr wb saudaraku semua.Saya mau berbagi sedikit pengertian terutama bagi yang baru memasuki dunia supranatural.Dengan tujuan bg yang masih awam sedikit demi sedikit bisa menambah wawasan.Saya mau membahas sedikit titik-titik yang ada dalam tubuh kita yg berhubungan dengan ghaib.Namun maaf karena dengan keterbatasan saya tidak bisa menjelaskan semua namun saya akan menjelaskan sebagian saja.
Semoga penjelasan ini berguna bagi kita
khususnya bagi yang sering menerapi penyakit ghaib. Untuk mendeteksi penyakit ghaib ataupun gangguan ghaib pada manusia sangatlah mudah tanpa anda mengusai ilmu terawangan.
CARANYA: PIJATLAH AGAK KERAS PANGKAL JARI TENGAH KAKI KANAN ATAU KIRI BERGANTIAN. MEMIJITNYA DARI SISI KANAN DAN KIRI JARI TENGAH KAKI BUKAN DARI ATAS BAWAH.
kalau jari tersebut anda pijit biasa saja alias tidak sakit 99% anda no problem dengan ghaib negatif. Tapi bila dipijit rasanya sakit sekali berarti sudah ada yang tak beres dalam tubuh anda. Hal ini juga bisa untuk mendeteksi keluarga anda sakitnya medis atau non medis. Atau bisa untuk mendeteksi orang yang telah diterapi oleh orang pintar/paranormal.Penyakitnya benar2 bersih belum.Dalam kenyataan sehari2 siparanormal mengatakan penyakitmu sudah saya bersihkan semua.Coba anda cek dengan cara tadi kalo memang dipijit sudah tidak sakit berarti benar2 sudah bersih.
Tapi kalau ditempat itu dipijit masih sakit walaupun keluhan rasa sakit sudah tidak ada tapi suatu saat akan kambuh lagi.Sekali lagi memijitnya pangkal jari tengah yang paling pangkal.Ada lagi paha bagian dalam diatas lutut tapi bagian dalam disitu coba juga dipijit dengan agak keras. Sebenarnya masih banyak titik2 tertentu dalam tubuh yang berhubungan dengan ghaib. Namun karena keterbatasan saya hanya bisa menyampaikan sebagian saja.Kalau sudah tahu bekal kaya gini anda tidak usah cari paranormal untuk mendeteksi gangguan ghaib. Dan insya Alloh 99% akurat. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

SIMPUL SIMPUL IBLIS DALAM TUBUH MANUSIA

Assalamu alaikum wr.wb...
Tulisan kali ini agak berbeda dengan tulisan sebelumnya" TITIK GHAIB DALAM TUBUH MANUSIA",bila tulisan tulisan sebelumnya mayoritas bisa dipraktekan siapa saja asal tepat tehniknya.
Namun tulisan kali ini khusus bagi saudara yang mulai terasah ruhaninya insya alloh tahu dimana iblis membuat gangguan dalam jasad manusia.
Tahu yang dimaksud tidak harus melihat bentuknya.
Dan bagi korban yang dihinggapi tak pernah menduga tentang titik/area tersebut ada simpul iblis karena terasa hampir tak ada keluhan,bila ada terasa minim atau keluhan ringan.
Siapa yang menduga leher kaku ada ikatan iblis? Tentunya tidak semua leher yang kaku harus dideteksi dengan kecermatan.
Siapa menduga sering panas dalam /tenggorokan ada ikatan iblis,tentu dibutuhkan kecermatan pula.
Siapa sangka sering nyeri pundak belakang ada ikatan tali iblis.
Selama ini yang kita duga mungkin kecapaian,mungkin cuaca,mungkin salah makan?
Ya…karena selama ini informasi yang masuk ke kita masih sebatas ilmu kecapaian,ilmu salah makan,ilmu pergantian cuaca.
Ternyata masih banyak ilmu pengetahuan diluar itu semua.
Bagi yang sudah mulai terasah ruhaninya tidaklah sulit mendeteksi hal hal seperti itu,bagi yang awam seolah perkara yang suprise padahal sebenarnya biasa saja.
Bagi yang masih memulai mempraktekan perlu waktu sepersekian menit untuk menerima informasi tersebut.Namun bila lama lama dipraktekan diam diam,begitu diniatkan informasi seketika datang.Tehniknya sudah saya tulis ditulisan lama entah apa judulnya.
TITIK TITIK ATAU AREA TERSEBUT ADALAH:
-KEPALA.
ini adalah titik termudah asal telaten berulang ulang mudah hilang gangguan gaibnya.
-TENGAH DADA.
ini area yang sulit dan gaib tingkat berat.Area ini sering membingungkan baik bagi penerapi maupun para korban.
Para penerapi bingung karena ketika dilakukan terapi tak terjadi apapun,lalu dibuat kesimpulan logika yang cepat dan gampang TIDAK PEKA.
Atau yang sering terjadi adalah:
-kenapa waktu saya diruqyah oleh peruqyah profesonal tak terjadi apapun,dan si peruqyahpun mengatakan tak ada gangguan gaib.
-kenapa ketika membaca ayat2 ini dan itu tak seperti pembaca atau saudara lainya yang sekali baca saja langsung terasa begini dan begitu.
Bila hal itu terjadi maka ditengah dada simpul iblis begitu kuat.
Dan ketika diterapi doa baik dekat atau jauh yang terjadi hanya agak ngantuk.
Untuk memecahkan masalah ini perbanyak sholawat,tapi tidak asal bersholawat. Bila paham ilmu hakekat sholawat dan dipraktekan mulai terjadi leher semakin kaku ketika bersholawat,bila diteruskan seperti ada ada yang memudar dileher belakang.Diteruskan hakekat sholawatnya sampai benar benar ikatanya lemah.baru diteruskan terapi doa.
-PUSAR/UDEL/BUJAL.
Ini area yang juga agak rumit,tanda tanda kita tepat deteksinya bahwa iblis membuat simpul disini,ketika telapak tangan kita tempelkan dan mulai membaca doa seketika perut berbunyi krucuk2 atau nampak jelas ritme gerakan perut yang tak teratur.
Seranganya gaibnya selain di area perut dan isinya juga kearah kaki dengan aneka keluhan yang berbeda beda,maka bisa jadi ketika diterapi terjadi rasa yang aneh dikaki,panas,kesemutan,atau gemetar.
Disini letak simpul iblis para korban depresi(menurut pandangan umum),gila mendadak dan sejenisnya.Perilaku nyleneh yang membingungkan dan depresi akhir akhir ini justru banyak menyerang orang orang yang berprestasi dibidangnya,misalnya siswa yang bagus prestasinya disekolah tiba tiba bicaranya nglantur,tak nyambung tapi dia masih ingat semuanya,dibilang gila juga susah dibilang sehat tapi nglantur .Atau tiba tiba diam mengurung diri.Memang kesimpulan awam itu stres terlalu banyak beban pikiran pelajaran namun, berulang kali kami menghadapi kasus semacam itu tidak seperti yang diduga kebanyakan orang.Sama halnya kasus ini bila diruqyah tak terjadi apa apa maka kesimpulan stres menjadi semakin kuat.Ada tehnik khusus untuk menanggulangi kasus semacam ini.
-KEDUA GINJAL.
sama dengan yang dipusar,hanya lebih fokus menyentuh area ginjal.
-LUTUT KIRI.
Pernah kami tulis di tulisan lama,dan sudah banyak dipraktekan.
-TITIK ANTARA DUA ALIS.
hampir sama dititik kepala.
Disini juga terletak seangan ain.
Diabet yang konon tak bisa total sembuh total harus berobat selama hidup secara berkala disini letaknya yang banyak diberi perhatian.
-KEDUA PERGELANGAN KAKI.
Di sini juga letak ikatan ain, kanker kelenjar(benjolan kecil kecil dileher yang bila dioprasi tumbuh lagi disini pusatnya).
Benjolan kecil ditestis serta gatal yang tak sembuh sembuh area ini juga perlu disentuh dengan doa.
Kesimpulanya ikuti informasi dari spirit kita yang menginfokan dimana titik yang harus disentuh.Infonya bukan berupa intuisi perasaan namun bila kita perhatikan ada getaran lembut yang menginfokan,sangat sangat lembut sekali .
Sehabis melakukan terapi kita ajak ngobrol orang yang kita terapi dan tanyakan diarea mana yang tadi disentuh terasa ada yang aneh/ngantuk tak tertahankan?
Lalu tampung informasinya untuk catatan dan pengalaman terapi selanjutnya atau ketika kita menghadapi kasus yang sama dilain waktu.Dari praktek yang berulang ulang akan tahu lama lama akan tahu dengan sendirinya ternyata tak seperti yang diuraikan aneka ragam teori logika yang langsung dipercaya.

CINTA KEPADA NABI DAN PARA ULAMA

Alloh swt berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلا رِجَالا نُوحِي إِلَيْهِمْ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

“Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki (para Nabi), yang Kami beri wahyu kepada mereka,
Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui.” – (QS.16:43).

Dari Abu Darda’ ra, Rosululloh saw bersabda:

الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ
“Ulama adalah pewaris para nabi.” (HR. Tirmidzi).

Meninggalnya seorang yang ‘alim akan menimbulkan bahaya bagi ummat, keadaan ini menunjukkan keberadaan ulama di tengah kaum muslimin akan mendatangkan rohmat dan barokah dari Alloh swt, terlebih Rosululloh saw mengistilahkan para ulama’ dalam sebuah sabdanya:

مَفاَتِيْحُ لِلِخَيْرِ وَمَغاَلِيْقُ لِلشَّرِّ
“Sebagai kunci-kunci untuk membuka segala kebaikan dan sebagai penutup segala bentuk kejahatan.”

Maka tak ada jalan bagi kita untuk dapat dikatakan ta’at kepada ALLOH swt kecuali melalui keta’atan kepada Rosululloh saw.
Dan tak ada jalan bagi kita untuk dapat dikatakan ta’at kepada ROSULULLOH saw kecuali melalui keta’atan kepada ULAMA’, kepada hamba-hamba Alloh -yang ahli dalam perkara al-Qur’an, as-Sunnah.
Lantas siapa kita ini, seandainya tak mengenal ulama atau senantiasa menjauh dari ulama dan enggan mendekatinya .?

Umar bin Abdul Aziz berkata:
-Jika mampu jadilah kamu orang berilmu
-jika tidak mampu jadilah penuntut ilmu
-jika tidak mampu jadilah pencinta ulama’
-jika tidak mampu janganlah kamu membenci ulama’.

Seorang ulama di era setelah sahabat, Ikrimah rohimahulloh mengatakan:
“Janganlah kamu menyakiti seorang ulama karena siapa yang menyakitinya, berarti dia telah menyakiti Rosululloh saw.
Sebab kedudukan ulama sebagai pewaris ilmu para Nabi untuk disampaikan kepada umat hingga hari kiamat nanti.”

MENGENAL SEJARAH AGAR TUMBUH CINTA

Mencintai Alloh dan Rosul-Nya berarti ta’at kepada keduanya. Melaksanakan syari’at Alloh dan Rosul-Nya dalam kehidupan kita.

لِفِعْلِ اَمْرِ اللهِ وَسُنَّةِ رَسُوْلِ الله



Maka dari itu, amal yang paling utama yang harus kita lakukan adalah mengetahui maksud Alloh swt yang terkandung dalam al-Qur’an,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ

Katakanlah -kepada ummatmu wahai Nabi Muhammad- :
“Jika kamu benar-benar mencintai Alloh, ikutilah aku, niscaya Alloh mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” (QS. Ali Imron [3]:31).
Dengan mempelajari dan senantiasa mengingat sejarah dan cara hidup Nabi muhammad saw kita akan mengetahui bagaimana kepribadian beliau saw, betapa mulia akhlaq beliau saw, betapa zuhudnya beliau saw yang lebih mementingkan akherat daripada dunia, dan bagaimana syari’at yang dibawa oleh beliau saw, sehingga kita akan mencintainya dan kemudian mengikutinya secara baik dan sempurna.
Sungguh, mencintai Alloh dan Rosul-Nya di atas kecintaan kita kepada semua makhluk adalah kunci kebahagiaan setiap insan.
Karena hanya dengan itu, hidup selalu tersinari oleh pancaran cinta dan ridho Alloh dan Rosul-Nya, dan hati pun menjadi tenang dan tentram.
Sebaliknya, tidak memahami syari’at Alloh dan Rosul-Nya akan menciptakan kegelapan hati dan kemudhorotan dunia-akhirat.
Alloh swt berfirman:

قُلْ إِنْ كَانَ آَبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

“Katakanlah (kepada semua manusia hai Muhammad):
“Jika bapak-bapak kamu (yang merupakan orang yang seharusnya paling kamu hormati dan taati).
Anak-anak kamu (yang biasanya paling kamu cintai).
Saudara-saudara kamu (yang sedarah daging dengan kamu dan selalu membela kamu).
Isteri-isteri kamu (yang menjadi pasangan hidup kamu).
Kaum keluarga kamu (yang paling kamu andalkan dalam mendukung kamu).
Harta kekayaan yang kamu usahakan (dengan membanting tulang untuk memperolehnya).
Perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai.
(Semuanya) lebih kamu cintai daripada Alloh dan Rosul-Nya dan (daripada) berjihad di jalan-Nya.
Maka tunggulah sampai Alloh mendatangkan keputusan-Nya (yang tidak dapat kamu elakkan, ya’ni menjatuhkan sangsi atas sikap burukmu itu.
Jika itu yang terus kamu lakukan, maka sesungguhnya kamu telah menjadi orang-orang fasik yang keluar dan menyimpang dari tuntunan Ilahi).
Dan Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik (ya’ni tidak membimbing dan memberi kemampuan untuk mengamalkan pesan-pesan-Nya).” (QS. At-Taubah: 24).
Al-Qur’an surat at-Taubah ayat 24 diatas telah mewajibkan seorang hamba untuk menempatkan kecintaanya kepada Alloh dan Rosul-Nya di atas segala kecintaannya kepada yang lain.
Bahkan Alloh swt memurkai siapa saja yang lebih mencintai segala sesuatu melebihi kecintaannya kepada Alloh dan Rosul-Nya.
Sehingga cinta kepada Alloh dan Rosul-Nya adalah jenis kecintaan yang terikat dengan faham agama islam, karena cinta tersebut telah diwajibkan oleh Alloh swt.
Dalam amal ubudiyah, cinta “mahbbah” menempati derajat yang paling tinggi. Nabi Muhammad saw menjajikan sorga kepada kita yang mencintainya, beliau saw bersabda:
“Barang siapa yang mengikuti sunnahku, berarti dia cinta kepadaku, dan barang siapa yang cinta kepadaku, maka akan masuk sorga bersamaku.”
Alloh swt juga menegaskan dalam firman-Nya:
وَلا يَرْغَبُوا بِأَنْفُسِهِمْ عَنْ نَفْسِهِ
“Dan tidak patut bagi mereka lebih mencintai diri mereka sendiri daripada mencintai diri Rosul.”
(9:120)
وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ
“Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Alloh.”
(2:165)
BERSAMA ORANG YANG DICINTAI
Nabi Muhammad saw mengarahkan agar mencintai sesuatu karena Alloh dan membenci juga karena Alloh. Sehingga ia mencintai setiap apa yang dicintai Alloh dan Rosul-Nya, juga membenci apa-apa yang Alloh dan Rosul-Nya benci.
Tujuan Cinta dan bencinya mengikuti kecintaan Alloh dan Rosul-Nya agar mendapat rohmat kasih sayang dan ridho Alloh Subhanahu wa Ta’ala.
Dari Abdulloh bin ‘Abbas ra, Nabi bersabda:
أَوْثَقُ عُرَى اْلإِيْمَانِ: الْمُوَالاَةُ فِي اللهِ، وَالْمُعَادَاةُ فِي اللهِ، وَالْحُبُّ فِي اللهِ، وَالْبُغْضُ فِي اللهِ.
“Tali keimanan yang paling kokoh adalah; berloyal karena Alloh dan memusuhi karena Alloh, cinta karena Alloh dan benci karena Alloh.” (HR. Thobroni).
Dalam sabda beliau saw yang lain:
مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ وَأَبْغَضَ لِلَّهِ وَأَعْطَى لِلَّهِ وَمَنَعَ لِلَّهِ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ الْإِيْمَانُ
“Siapa yang cinta karena Alloh, benci karena Alloh, memberi karena Alloh, dan menahan pemberian karena Alloh, benar-benar telah menyempurnakan imannya.” (HR. Abu Dawud).
Nabi saw bersabda:
“Tiga hal jika ada dalam diri seseorang, ia akan merasakan manisnya iman; 1. Apabila Alloh dan Rosul-Nya lebih ia cintai daripada selainnya (dunia dan isinya), 2. Mencintai seseorang hanya karena Alloh, dan 3. Benci kembali kapada kekufuran setelah diselamatkan oleh Alloh darinya, sebagaimana bencinya jika dilempar ke dalam api neraka.” (HR. Muslim).
Ibnu Abbas rahimahullah berkata:
“Siapa yang mencintai karena Alloh dan membenci karena Alloh, membela karena Alloh dan memusuhi karena Alloh, telah mendapatkan wilayah (perwalian) dari Alloh dengan itu.
Dan seseorang tidak akan mendapatkan manisnya iman sehingga bersikap seperti itu walaupun ia sholat dan puasanya banyak.”
Dalam mencari kawan karib dan teman dekat, haruslah juga didasarkan di atas prinsip ini. Karena siapa yang dijadikan kawan karib dan teman dekat pasti mendapat kecintaan sesuai kadarnya.
Terlebih seorang kawab karib –biasanya- akan memberikan pengaruh kepada teman dekatnya. Karenanya, Islam memberikan arahan agar tidak sembarangan memilih kawan karib dan teman dekat.
Nabi saw bersabda:
“seseorang bersama dengan siapa yang dicintainya.” (HR. Bukhori dan Muslim).
Dari sayyidina ‘Ali ra, Nabi saw bersabda:
وَلَا يُحِبُّ رَجُلٌ قَوْمًا إِلَّا حُشِرَ مَعَهُمْ
“Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum kecuali ia akan dibangkitkan (dari alam kuburnya) bersama mereka.” (HR. Thobroni).
Diriwayatkan dari Anas ra, ia berkata:
“Ada seseorang bertanya kepada Nabi saw tentang hari kiamat.
Ia berkata, “Kapankah kiamat itu .?”
Beliau saw menjawab:
“Apa yang sudah engkau siapakan untuknya .?”
Ia menjawab:
“Tidak ada, kecuali aku mencintai Alloh dan Rosul-Nya.”
Lalu Nabi saw bersabda:
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
“Engkau bersama dengan siapa yang engkau cintai.”
Anas bin Malik ra berkata:
“Kami tidak pernah merasa gembira seperti kegembiraan kami dengan ucapan Rosululloh:
أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
“Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai (di akhirat kelak).”
Kemudian Anas melanjutkan:
“Sungguh kau mencintai Nabi saw, Abu Bakar dan Umar dan berharap agar saya bisa bersama mereka (di akhirat kelak) disebabkan cintaku terhadap mereka, walaupun saya tidak beramal seperti amalan mareka.” (HR. Bukhori dan Muslim)